Sering Merasa Lelah Padahal Seharian Cuma di Depan Layar? Bisa Jadi Kamu Butuh Jeda Digital
- account_circle Ary Arjuno
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Sering Merasa Lelah Padahal Seharian Cuma di Depan Layar? Bisa Jadi Kamu Butuh Jeda Digital ( foto: lambeku )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Pernah merasa tubuh tidak melakukan banyak aktivitas fisik, tetapi pikiran terasa lelah setelah seharian bekerja di depan laptop, membalas pesan, dan menggulir media sosial? Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda bahwa kamu membutuhkan jeda dari aktivitas digital.
Di tengah kehidupan yang semakin bergantung pada teknologi, ponsel dan laptop telah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Mulai dari urusan pekerjaan, komunikasi dengan keluarga, mencari hiburan, hingga mengikuti perkembangan berita, semuanya dapat dilakukan melalui layar.
Namun, kemudahan tersebut juga membuat sebagian orang sulit benar-benar beristirahat.
Setelah menyelesaikan pekerjaan di depan komputer, waktu luang justru sering dihabiskan dengan menonton video pendek atau membaca berbagai unggahan di media sosial.
Fenomena kelelahan akibat aktivitas digital ini kerap dikaitkan dengan istilah digital fatigue, yaitu kondisi ketika seseorang merasa lelah secara mental setelah terpapar aktivitas dan rangsangan digital secara berlebihan.
Apa Saja Tanda Tubuh Membutuhkan Jeda Digital?
Kelelahan akibat aktivitas digital bisa dirasakan melalui berbagai perubahan dalam keseharian.
Konsentrasi yang mudah teralihkan, mata terasa tidak nyaman, kepala terasa berat, hingga kesulitan beristirahat setelah menggunakan perangkat elektronik merupakan beberapa keluhan yang dapat muncul.
Sebagian orang juga merasa lebih mudah tersinggung ketika harus berpindah dari satu pekerjaan digital ke aktivitas lainnya.
Notifikasi yang terus berdatangan dapat membuat perhatian terpecah, sementara kebiasaan mengerjakan banyak hal sekaligus membuat pikiran sulit fokus pada satu kegiatan.
Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh penggunaan layar. Kurang tidur, stres, kondisi kesehatan, dan beban pekerjaan juga bisa berperan sehingga penyebabnya perlu dilihat secara menyeluruh.
Kebiasaan Kecil yang Bisa Membuat Pikiran Lebih Rileks
Mengurangi kelelahan digital tidak selalu berarti harus meninggalkan ponsel sepenuhnya. Perubahan sederhana dalam rutinitas bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan yang lebih seimbang.
Salah satunya adalah memberikan jeda secara berkala ketika bekerja di depan layar.
Sesekali, alihkan pandangan ke objek yang lebih jauh, berdiri dari kursi, melakukan peregangan ringan, atau berjalan sebentar agar tubuh tidak terus berada dalam posisi yang sama.
Kebiasaan lain yang bisa dicoba adalah mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur.
Waktu malam dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang tidak membutuhkan layar, seperti membaca buku fisik, merapikan kamar, berbincang dengan keluarga, atau sekadar menikmati suasana tenang.
Mematikan notifikasi yang tidak mendesak juga dapat membantu mengurangi gangguan. Dengan begitu, seseorang tidak harus terus-menerus memeriksa perangkat setiap kali muncul pemberitahuan baru.
Tidak Semua Waktu Luang Harus Diisi dengan Scrolling
Ada kalanya seseorang membuka media sosial hanya untuk menghilangkan rasa bosan. Tanpa disadari, aktivitas yang awalnya direncanakan selama beberapa menit bisa berlangsung jauh lebih lama.
Padahal, waktu luang juga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas yang memberikan pengalaman berbeda, seperti berjalan santai, berolahraga ringan, memasak, mendengarkan musik tanpa melihat layar, atau berbincang langsung dengan orang terdekat.
Tujuannya bukan menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang harus dihindari, melainkan membangun hubungan yang lebih sehat dengan perangkat digital.
Teknologi tetap memiliki manfaat besar untuk menunjang pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Namun, tubuh dan pikiran juga membutuhkan waktu untuk beristirahat tanpa terus menerima informasi baru.
Pada akhirnya, menjaga keseimbangan di era digital bisa dimulai dari keputusan sederhana: berhenti sejenak ketika merasa lelah, tidak harus langsung membalas setiap notifikasi, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk menikmati waktu tanpa layar.
Sebab, beristirahat bukan hanya soal berhenti bekerja. Terkadang, kita juga perlu berhenti sejenak dari kebiasaan terus-menerus terhubung dengan dunia digital.***
- Penulis: Ary Arjuno

Saat ini belum ada komentar