JIS Bawa Nama Indonesia ke Dunia, Atap Buka-Tutup Raih Penghargaan Internasional
- account_circle Lambeku
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Jakarta International Stadium (JIS)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LambeKu.com – Jakarta International Stadium (JIS) kembali membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Kali ini bukan karena pertandingan sepak bola, melainkan karena teknologi konstruksinya.
JIS meraih penghargaan pada ajang Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 yang berlangsung di Singapura. Proyek tersebut mendapat penghargaan dalam kategori rekayasa struktur melalui karya bertema rancangan atap buka-tutup terbesar.
Penghargaan tersebut menjadi perhatian karena ajang YII Awards 2026 menerima lebih dari 300 submisi dari 53 negara. Dari jumlah tersebut, hanya 36 proyek yang masuk final dalam 12 kategori.
Bukan Sekadar Stadion
JIS selama ini lebih dikenal publik sebagai stadion sepak bola.
Tetapi di balik bangunan tersebut terdapat teknologi rekayasa yang cukup kompleks, khususnya sistem atap yang dapat dibuka dan ditutup.
Dalam presentasi final, tim WIKA Gedung menjelaskan proses rekayasa atap tersebut termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mengurangi risiko kesalahan dan potensi kerugian dalam proses engineering.
Artinya, penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang bentuk bangunan.
Ada teknologi, rekayasa, perencanaan, dan kemampuan sumber daya manusia yang ikut dinilai.
Kebanggaan bagi Insinyur Indonesia
Manajer Digitalisasi Teknik WIKA Gedung Arddhanu Zunanto Hardhi menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para insinyur Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang dapat diakui secara internasional.
Pesan tersebut menarik untuk digarisbawahi.
Di tengah begitu banyak pemberitaan mengenai teknologi asing dan proyek infrastruktur berskala global, pencapaian JIS menunjukkan bahwa tenaga ahli Indonesia juga mampu mengerjakan proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Tantangannya Sekarang
Penghargaan internasional tentu membanggakan.
Tetapi ukuran keberhasilan sebuah stadion pada akhirnya bukan hanya penghargaan yang diterima.
Yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
JIS harus terus berkembang sebagai fasilitas olahraga, ruang publik, sekaligus ikon kota Jakarta.
Jika dikelola dengan baik, penghargaan internasional tersebut bukan sekadar trofi.
Ia dapat menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan infrastruktur berkelas dunia.
Tantangannya sekarang sederhana:
jangan berhenti pada penghargaan. Pastikan karya besar tersebut benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat.***
- Penulis: Lambeku


Saat ini belum ada komentar