Viral QRIS Diduga Mengarah ke Situs Judi Online, ASPI Tegaskan Merchant Bisa Dicabut
- account_circle Lambeku
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

QRIS Diduga Mengarah ke Situs Judi Online, ASPI Tegaskan Merchant Bisa Dicabut ( foto ilustrasi artificial lambeku )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Cerita pengguna media sosial yang mengaku menemukan kode pembayaran QRIS yang mengarah ke layanan judi online menjadi perhatian publik. Kasus tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keamanan transaksi digital dan perlindungan konsumen saat melakukan pembayaran menggunakan kode QR.
Salah satu unggahan yang ramai dibicarakan di media sosial X menceritakan pengalaman seorang pengguna yang hendak membayar pembelian makanan. Dalam unggahan tersebut, pengguna mengaku diarahkan menggunakan kode QR yang berbeda dari kode pembayaran yang biasa ditemui.
Cerita itu kemudian memicu diskusi mengenai kemungkinan penyalahgunaan fasilitas pembayaran digital untuk mengarahkan konsumen ke layanan yang tidak berkaitan dengan transaksi sebenarnya.
Menanggapi isu tersebut, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menegaskan bahwa apabila suatu merchant terbukti menyalahgunakan QRIS untuk transaksi yang terkait dengan judi online, fasilitas pembayarannya dapat dicabut.
Meski demikian, cerita yang viral di media sosial tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh sistem QRIS bermasalah. Dugaan penyalahgunaan perlu diperiksa berdasarkan bukti transaksi, identitas merchant, serta hasil penelusuran penyedia jasa pembayaran terkait.
Masyarakat diimbau memeriksa nama penerima dan informasi merchant sebelum menyelesaikan pembayaran. Jika nama penerima tidak sesuai dengan toko atau penjual, transaksi sebaiknya tidak dilanjutkan sebelum mendapatkan penjelasan yang meyakinkan.
Pengguna juga disarankan menyimpan bukti transaksi dan segera melaporkan indikasi penyalahgunaan kepada penyedia jasa pembayaran atau kanal pengaduan resmi. Langkah tersebut dapat membantu proses pemeriksaan jika ditemukan transaksi mencurigakan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kemudahan pembayaran digital perlu diimbangi kewaspadaan pengguna dan pengawasan yang efektif. Transparansi identitas merchant serta tindak lanjut atas laporan konsumen penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.***
- Penulis: Lambeku

Saat ini belum ada komentar