Malaysia Akan Kirim 3 Pesawat dan 52 Personel untuk Bantu Indonesia Tangani Karhutla
- account_circle leksana
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Malaysia Akan Kirim 3 Pesawat dan 52 Personel untuk Bantu Indonesia Tangani Karhutla ( foto: ilustrasi artificial indo1 )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Malaysia akan memberikan bantuan berupa tiga pesawat dan 52 personel untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Tawaran tersebut telah direspons pemerintah Indonesia yang menyatakan terbuka terhadap bantuan dari negara tetangga.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menyampaikan informasi tersebut setelah menghadiri agenda di Istana Merdeka, Jakarta.
Menurutnya, dukungan Malaysia masih memerlukan pembahasan teknis agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan penanganan di lapangan.
Dudung juga menyebutkan bahwa pemerintah telah mengerahkan sumber daya dalam jumlah besar untuk menangani kebakaran.
Ia menyampaikan terdapat 47 pesawat dan sekitar 60 ribu personel yang dikerahkan dalam upaya penanganan karhutla.
Singapura Juga Tawarkan Bantuan
Selain Malaysia, Singapura turut menawarkan bantuan kepada Indonesia. Menurut Dudung, tawaran tersebut sedang dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kerja sama antarnegara menjadi penting ketika dampak kebakaran meluas hingga melintasi batas wilayah. Asap yang terbawa angin dapat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat di negara tetangga.
Namun, bentuk bantuan dan mekanisme operasionalnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia serta koordinasi antarlembaga yang menangani bencana.
Penanganan Tidak Cukup Menunggu Hujan
Dudung mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan karhutla dilakukan secara serius tanpa menunggu hujan turun. Pemerintah juga menekankan pentingnya langkah antisipasi sebelum kebakaran meluas.
Upaya pencegahan yang disebutkan mencakup pembangunan embung, sumur bor, serta tempat penampungan air di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.
Langkah tersebut penting karena kebakaran pada lahan gambut dapat sulit dipadamkan. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga memerlukan penanganan khusus dan pemantauan berkelanjutan.
Sebanyak 98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan
Dalam perkembangan terkait, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyatakan terdapat 98 laporan kasus karhutla yang telah naik ke tahap penyidikan, termasuk perkara yang berkaitan dengan korporasi.
Penyidik masih mengumpulkan bukti untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab. Status penyidikan tersebut belum berarti seluruh pihak yang terkait telah dinyatakan bersalah.
Penanganan karhutla membutuhkan kombinasi pemadaman, pencegahan, pengawasan kawasan rawan, dan penegakan hukum.
Bantuan internasional diharapkan dapat mendukung upaya tersebut, sementara hasil penanganan di lapangan tetap bergantung pada koordinasi dan kondisi kebakaran.***
- Penulis: leksana

Saat ini belum ada komentar