Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Waspada! Penipuan Pakai Suara AI Makin Sulit Dikenali, Jangan Langsung Percaya Telepon Mencurigakan

Waspada! Penipuan Pakai Suara AI Makin Sulit Dikenali, Jangan Langsung Percaya Telepon Mencurigakan

  • account_circle leksana
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

lambeKu.com – Kemajuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak hanya membawa kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang penyalahgunaan teknologi untuk melakukan penipuan digital.

Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah penggunaan suara sintetis untuk meniru suara orang lain. Dengan teknologi tertentu, pelaku dapat membuat suara yang terdengar menyerupai anggota keluarga, rekan kerja, atau tokoh terkenal untuk membangun kepercayaan korban.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebelumnya mengingatkan bahwa deepfake dan rekayasa sosial berbasis AI membuat penipuan semakin sulit dikenali.

Dalam keterangan yang diterbitkan pada Agustus 2026, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria juga menyoroti penyalahgunaan suara sintetis dalam penipuan. Ia menyebut gelombang penipuan berbasis AI telah menimbulkan kerugian yang signifikan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika menerima telepon, pesan suara, atau permintaan transaksi yang tidak biasa.

Bagaimana Penipuan Suara AI Bekerja?

Dalam skenario tertentu, pelaku dapat memanfaatkan rekaman suara yang tersedia untuk membuat tiruan suara seseorang. Tiruan tersebut kemudian digunakan untuk menghubungi calon korban dan menyampaikan permintaan mendesak.

Misalnya, seseorang menerima telepon dari suara yang terdengar seperti anggota keluarga. Penelepon mengaku sedang menghadapi keadaan darurat dan meminta uang segera dikirimkan.

Situasi yang dibuat seolah-olah mendesak dapat membuat korban panik sehingga tidak sempat memeriksa kebenaran informasi.

Namun, suara yang terdengar mirip seseorang bukan bukti bahwa penelepon benar-benar orang tersebut. Identitas tetap perlu diverifikasi melalui cara lain.

Lima Langkah untuk Menghindari Penipuan

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan berbasis AI.

Pertama, jangan langsung mengirim uang hanya karena menerima telepon yang mengatasnamakan keluarga, teman, atau atasan. Luangkan waktu untuk memeriksa permintaan tersebut.

Kedua, hubungi kembali orang yang bersangkutan melalui nomor yang sudah tersimpan atau saluran komunikasi lain yang telah dikenal. Jangan hanya mengandalkan nomor yang baru menghubungi.

Ketiga, buat kata sandi atau kode verifikasi keluarga yang hanya diketahui orang-orang tepercaya. Kode ini dapat menjadi lapisan pemeriksaan tambahan ketika menerima permintaan bantuan yang mencurigakan.

Keempat, jangan memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, atau informasi perbankan kepada penelepon. Lembaga resmi maupun orang yang dikenal tidak seharusnya meminta data rahasia tersebut untuk memaksa transaksi dilakukan.

Kelima, waspadai tekanan agar keputusan diambil secepat mungkin. Ancaman, permintaan uang mendadak, dan larangan menghubungi orang lain merupakan alasan untuk berhenti sejenak dan memeriksa informasi.

Jangan Mudah Percaya Foto dan Video

Ancaman deepfake tidak terbatas pada suara. Teknologi AI juga dapat digunakan untuk memanipulasi wajah, foto, dan video sehingga seseorang tampak melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Karena itu, masyarakat perlu memeriksa konteks informasi, sumber asli, dan konfirmasi dari pihak terkait sebelum mempercayai atau menyebarkan konten yang meragukan.

Jika menemukan indikasi penipuan, simpan bukti berupa pesan, nomor telepon, tangkapan layar, dan informasi transaksi. Apabila uang sudah terlanjur dikirim, segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran untuk menanyakan langkah penanganan yang tersedia.

Teknologi Canggih Tetap Membutuhkan Kewaspadaan

AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, membantu pekerjaan, dan mendukung berbagai layanan digital. Namun, teknologi yang sama juga bisa disalahgunakan jika tidak disertai tanggung jawab dan pengamanan yang memadai.

Karena itu, perlindungan digital tidak hanya menjadi tugas perusahaan teknologi dan pemerintah. Kebiasaan pengguna dalam memverifikasi identitas, menjaga kerahasiaan data, serta memeriksa informasi juga memiliki peran penting.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, sikap paling aman bukanlah langsung percaya pada apa yang terdengar atau terlihat, melainkan memastikan kebenarannya sebelum mengambil tindakan.***

  • Penulis: leksana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Gibran Diturunkan di DPRD Sukabumi, Novi Anggriani Singgung Etika Pejabat Publik

    Foto Gibran Diturunkan di DPRD Sukabumi, Novi Anggriani Singgung Etika Pejabat Publik

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    LambeKu.com – Politikus perempuan asal Depok, Novi Anggriani, menyoroti tindakan Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asy’ari, yang menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari ruang kerjanya. Menurut Novi, peristiwa tersebut perlu dilihat bukan hanya dari perspektif politik, tetapi juga dari sisi etika pejabat publik dan penghormatan terhadap institusi negara. […]

  • Malam Ini MK Bacakan Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Babak Penentu Perkara PHPU

    Malam Ini MK Bacakan Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Babak Penentu Perkara PHPU

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    Lambemu.com –  Mahkamah Konstitusi (MK) akan memasuki babak akhir perkara yang mempersoalkan pemenuhan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka saat ditetapkan sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024. MK dijadwalkan membacakan putusan Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada Selasa, 6 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Agenda tersebut tercantum dalam jadwal resmi persidangan MK […]

  • Viral Pedagang Perempuan Dipukul di Bogor, Polisi Kantongi Identitas “Bang Jago”

    Viral Pedagang Perempuan Dipukul di Bogor, Polisi Kantongi Identitas “Bang Jago”

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    Lambeku.com – Video seorang pria yang diduga memukul seorang perempuan hingga mengacak-acak barang dagangannya di Pasar Griya Bukit Jaya, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Kasus yang semula ramai diperbincangkan warganet itu kini masuk ke proses hukum. Polisi memastikan identitas pria yang dalam video viral disebut sebagai “Bang Jago” telah diketahui. Kanit Reskrim […]

  • JIS Bawa Nama Indonesia ke Dunia, Atap Buka-Tutup Raih Penghargaan Internasional

    JIS Bawa Nama Indonesia ke Dunia, Atap Buka-Tutup Raih Penghargaan Internasional

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    LambeKu.com – Jakarta International Stadium (JIS) kembali membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Kali ini bukan karena pertandingan sepak bola, melainkan karena teknologi konstruksinya. JIS meraih penghargaan pada ajang Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 yang berlangsung di Singapura. Proyek tersebut mendapat penghargaan dalam kategori rekayasa struktur melalui karya bertema rancangan atap buka-tutup terbesar. Penghargaan […]

  • Akhirnya Ketemu! Kucing Cimi yang Viral Dibawa Tukang Mi Ayam di Bekasi Kembali ke Pemilik

    Akhirnya Ketemu! Kucing Cimi yang Viral Dibawa Tukang Mi Ayam di Bekasi Kembali ke Pemilik

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Putri Alia
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Kabar bahagia datang dari kisah Cimi, kucing Persia yang sempat menjadi sorotan publik setelah dibawa seorang pedagang mi ayam keliling di kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi. Setelah sempat hilang dan membuat pemiliknya kebingungan, Cimi akhirnya berhasil ditemukan dan kembali ke rumah. Dikutip dari laporan detikNews, keberadaan Cimi terungkap berkat informasi seorang warganet yang menghubungi […]

  • Jangan Asal Klik! Lima Kebiasaan Digital yang Bisa Membantu Melindungi Data Pribadi

    Jangan Asal Klik! Lima Kebiasaan Digital yang Bisa Membantu Melindungi Data Pribadi

    • calendar_month 10 jam yang lalu
    • account_circle Nindya Suci
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Aktivitas digital kini menjadi bagian dari rutinitas masyarakat, mulai dari berbelanja dan bekerja hingga mengakses layanan keuangan. Namun, semakin banyak aktivitas dilakukan secara online, semakin penting pula kebiasaan menjaga keamanan akun dan data pribadi. Perlindungan digital tidak selalu membutuhkan perangkat mahal atau pengetahuan teknis yang rumit. Sejumlah kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko […]

expand_less