Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Penanganan Karhutla Jadi Sorotan Aksi #IndonesiaSadar
- account_circle Hanken surya
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Penanganan Karhutla Jadi Sorotan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah kota pada Rabu (28/10/2026). Dalam aksi bertajuk #IndonesiaSadar, massa mendesak pemerintah memperkuat pertanggungjawaban dan penanganan kebakaran yang memicu kabut asap.
Di Jakarta, massa berkumpul di kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu isu utama yang disuarakan peserta aksi, di tengah kekhawatiran atas dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah peserta menggunakan masker gas sebagai simbol protes terhadap polusi udara akibat asap kebakaran. Mereka juga mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional agar penanganan dapat dilakukan dengan dukungan sumber daya yang lebih besar.
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Sumatra dan Kalimantan, tidak hanya berdampak pada ekosistem. Kabut asap juga berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan serta mengganggu aktivitas warga di wilayah terdampak.
Situasi tersebut turut menjadi perhatian negara tetangga. Indonesia dan Singapura sebelumnya menyepakati pembentukan satuan tugas untuk memperkuat penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal dan penanganan kabut asap lintas batas.
Pemerintah menyatakan telah melakukan upaya penanganan kebakaran, termasuk penindakan terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab. Namun, desakan dari kelompok masyarakat menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius.
Aksi di Jakarta pada Rabu malam berangsur bubar setelah hujan mengguyur kawasan tersebut. Meski kegiatan demonstrasi berakhir, tuntutan mengenai penanganan kebakaran, perlindungan lingkungan, dan akuntabilitas pemerintah tetap menjadi pekerjaan penting yang perlu dijawab melalui langkah nyata.
Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api telah meluas. Pencegahan, pengawasan lahan, penegakan hukum, serta perlindungan kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko bencana serupa.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan arahan pemerintah daerah, terutama jika asap mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.***
- Penulis: Hanken surya

Saat ini belum ada komentar