Ganjar Pranowo Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Soroti Dampak Asap
- account_circle Ary Arjuno
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ganjar Pranowo Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Soroti Dampak Asap
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian setelah Ganjar Pranowo mendesak agar persoalan tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional.
Usulan ini muncul di tengah dampak kebakaran dan asap yang mengganggu masyarakat di sejumlah wilayah.
Dalam pemberitaan Kamis (22/10/2026), Ganjar juga mengusulkan agar pejabat terkait berkantor langsung di lokasi bencana.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu mempercepat koordinasi dan pengambilan keputusan di lapangan.
Penanganan Karhutla Perlu Diperkuat
Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran vegetasi. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah pernapasan.
Penanganan yang efektif membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam, serta masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Selain pemadaman, pencegahan kebakaran dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam penanganan jangka panjang.
Penetapan Status Membutuhkan Kajian
Penetapan status bencana nasional tidak cukup hanya berdasarkan besarnya perhatian publik. Pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi di lapangan, cakupan wilayah terdampak, korban, kerusakan, serta kemampuan pemerintah daerah dalam menangani keadaan.
Karena itu, usulan Ganjar menjadi bagian dari perdebatan mengenai skala penanganan yang dibutuhkan untuk mengatasi karhutla.
Warga Menantikan Solusi Nyata
Di tengah perdebatan mengenai status bencana, masyarakat membutuhkan langkah nyata untuk mengurangi paparan asap dan mencegah kebakaran meluas.
Pemerintah juga perlu memastikan informasi kualitas udara disampaikan secara berkala, disertai panduan yang jelas bagi warga terdampak.
Penanganan karhutla diharapkan tidak hanya berfokus pada keadaan darurat, tetapi juga memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.***
- Penulis: Ary Arjuno

Saat ini belum ada komentar