Serangan Siber Berbantuan AI Makin Cepat, Pengguna dan Bisnis Perlu Lebih Waspada
- account_circle leksana
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Serangan Siber Berbantuan AI Makin Cepat, Pengguna dan Bisnis Perlu Lebih Waspada ( Foto Ilustrasi AI )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) semakin luas di dunia bisnis dan kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan teknologi ini juga membawa tantangan baru dalam keamanan siber.
Katadata melaporkan pada 20 Oktober 2026 bahwa pelaku industri memperingatkan meningkatnya ancaman serangan siber yang memanfaatkan AI.
Teknologi tersebut dapat membantu penyerang mempercepat sejumlah proses, termasuk menyusun pesan penipuan yang tampak meyakinkan.
Situasi ini membuat pengguna internet dan perusahaan perlu memperkuat perlindungan data, bukan hanya mengandalkan kemampuan mengenali pesan mencurigakan.
Pesan Penipuan Bisa Terlihat Meyakinkan
Salah satu risiko di ruang digital adalah pesan yang mengatasnamakan bank, perusahaan, rekan kerja, atau lembaga pemerintah. Pesan semacam itu dapat dirancang untuk membuat penerima panik dan segera memberikan informasi sensitif.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung mengeklik tautan atau membuka lampiran hanya karena pesan terlihat resmi.
Jika menerima permintaan transfer uang atau kode verifikasi, konfirmasikan melalui saluran komunikasi lain yang sudah dikenal.
Perusahaan Perlu Memperkuat Pertahanan
Bagi pelaku usaha, keamanan siber perlu menjadi bagian dari operasional sehari-hari. Pembaruan perangkat lunak, pembatasan hak akses, pencadangan data, dan pelatihan karyawan merupakan langkah dasar yang penting.
Perusahaan juga perlu menyiapkan prosedur untuk melaporkan insiden agar aktivitas mencurigakan dapat ditangani dengan cepat.
Penggunaan AI untuk mendukung pekerjaan sebaiknya disertai kebijakan yang jelas mengenai data apa yang boleh dimasukkan ke dalam layanan tersebut.
Langkah Sederhana untuk Pengguna
Masyarakat dapat mulai dengan menggunakan kata sandi berbeda untuk akun penting, mengaktifkan autentikasi dua faktor, serta memperbarui perangkat dan aplikasi secara rutin.
Jangan pernah membagikan kata sandi atau kode sekali pakai kepada orang lain. Jika telanjur memasukkan informasi pada situs mencurigakan, segera ganti kredensial akun dan hubungi penyedia layanan terkait.
Teknologi AI dapat memberikan banyak manfaat. Namun, literasi digital dan kebiasaan keamanan yang baik tetap menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan teknologi.***
- Penulis: leksana

Saat ini belum ada komentar