Viral Tradisi Pernikahan Bugis, Satu Tante Satu Emas Bikin Warganet Takjub
- account_circle Lambeku
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

Viral Tradisi Pernikahan Bugis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LambeKu.com — Tradisi pernikahan masyarakat Bugis kembali menarik perhatian warganet. Kali ini, sebuah video yang memperlihatkan para tante atau kerabat perempuan memberikan perhiasan emas kepada pengantin wanita ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam video tersebut, pengantin perempuan tampil mengenakan busana adat Baju Bodo berwarna kuning. Satu per satu kerabat terlihat memberikan perhiasan berupa cincin dan gelang emas dalam suasana yang dipenuhi kebahagiaan keluarga.
Unggahan yang dikenal dengan sebutan “satu tante satu emas” itu mencuri perhatian karena memperlihatkan banyaknya perhiasan yang diterima pengantin. Sebagian warganet mengaku takjub, sementara lainnya penasaran dengan makna di balik tradisi tersebut.
Bukan sekadar soal harga emas
Momen tersebut bukan hanya memperlihatkan kemewahan perhiasan. Dalam penjelasan kreator konten yang merekam prosesi itu, pemberian cincin atau gelang berlangsung pada malam mappacci, salah satu rangkaian adat dalam tradisi pernikahan Bugis.
Pemberian tersebut menjadi bentuk kasih sayang, doa restu, dan sambutan keluarga kepada calon pengantin. Dengan demikian, maknanya tidak semata-mata terletak pada nilai materi dari perhiasan yang diberikan.
Tradisi ini juga memperlihatkan kuatnya ikatan keluarga dalam prosesi pernikahan. Kehadiran kerabat dan pemberian simbolis menjadi bagian dari cara keluarga menyampaikan dukungan kepada pasangan yang akan membangun rumah tangga.
Mengapa tradisi lokal mudah viral?
Konten budaya sering menarik perhatian karena menawarkan pengalaman yang berbeda bagi penonton dari daerah lain. Sesuatu yang dianggap biasa dalam satu komunitas dapat terasa unik bagi masyarakat yang belum mengenalnya.
Media sosial kemudian memperluas jangkauan tradisi tersebut. Video pernikahan yang awalnya dibagikan untuk mendokumentasikan momen keluarga dapat berubah menjadi ruang untuk mengenalkan adat kepada khalayak yang lebih luas.
Meski begitu, tradisi tidak seharusnya dinilai hanya dari jumlah emas atau biaya yang terlihat dalam video. Setiap keluarga memiliki kemampuan dan cara masing-masing untuk merayakan pernikahan.
Pada akhirnya, hal yang paling menarik dari tradisi ini bukan sekadar berapa banyak perhiasan yang diterima pengantin, melainkan bagaimana pemberian tersebut menjadi simbol kedekatan keluarga dan pelestarian budaya Bugis.***
- Penulis: Lambeku

Saat ini belum ada komentar