Pesta Narkoba di Rutan Depok Terbongkar, Petugas Diduga Sediakan Narkoba dan Alat Pesta
- account_circle Lambeku
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

Pesta Narkoba di Rutan Depok Terbongkar, Petugas Diduga Sediakan Narkoba dan Alat Pesta
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lambeku.com – Kasus dugaan pesta narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok memasuki babak baru. Setelah video aktivitas sejumlah warga binaan di dalam kamar hunian viral di media sosial, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mengungkap adanya dugaan keterlibatan pegawai dalam penyediaan narkoba dan peralatan yang digunakan dalam aktivitas tersebut.
Inspektur Jenderal Kemenimipas Rudi Setiawan mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman internal dan menemukan indikasi adanya pegawai yang membantu menyediakan narkoba serta alat-alat yang digunakan untuk berpesta.
“Kami sudah diskusikan bahwa ada pegawai kami yang turut membantu menyediakan narkoba dan menyediakan alat-alat yang digunakan untuk berpesta,” kata Rudi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Rudi menegaskan dugaan tersebut masih akan didalami. Namun, terhadap pegawai yang terbukti melanggar, Kemenimipas memastikan akan menjatuhkan sanksi.
Video Viral Membuka Kasus
Kasus ini bermula dari beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pria berada di sebuah ruangan dengan suasana seperti pesta. Dalam video tersebut tampak aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
Pihak Rutan Depok kemudian melakukan pemeriksaan untuk memastikan lokasi kejadian.
Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno membenarkan bahwa video tersebut memang direkam di lingkungan Rutan Depok.
Berdasarkan pemeriksaan awal, video tersebut direkam di salah satu kamar hunian yang dihuni sekitar 22 warga binaan. Dari jumlah tersebut, sekitar tiga hingga empat warga binaan menjadi fokus pemeriksaan lebih lanjut.
Selain warga binaan, dua petugas juga diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam masuknya barang-barang yang terlihat dalam video.
Dua Petugas Dilaporkan ke Polisi
Dugaan keterlibatan petugas menjadi salah satu perkembangan paling serius dalam kasus tersebut.
Rutan Depok telah melaporkan dugaan keterlibatan dua petugas kepada kepolisian untuk proses lebih lanjut. Kedua petugas tersebut berasal dari unsur pengamanan dan staf perlindungan atau bimbingan kerja.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno mengatakan langkah hukum telah diambil terhadap pegawai yang diduga terlibat.
Menurut Yudi, laporan polisi telah dibuat oleh Kepala Rutan Depok dan prosesnya masih berjalan.
Dengan demikian, proses pemeriksaan tidak hanya diarahkan kepada warga binaan yang berada di kamar tersebut, tetapi juga terhadap kemungkinan adanya pelanggaran dari internal petugas.
Rutan Depok Akui Ada Kejadian
Pihak Rutan Depok tidak membantah keberadaan video tersebut.
Ario mengatakan hasil pemeriksaan awal memastikan bahwa lokasi dalam video memang berada di Rutan Depok. Saat ini pihaknya masih mengurai siapa saja yang terlibat dan bagaimana barang yang diduga berkaitan dengan narkoba dapat masuk ke dalam rutan.
“Setelah kami investigasi, apa yang beredar di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” ujar Ario.
Ario juga mengatakan pemeriksaan terhadap kamar tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi warga binaan yang berkaitan langsung dengan aktivitas dalam video.
Bagaimana Narkoba Bisa Masuk?
Pertanyaan besar berikutnya adalah bagaimana narkoba dan peralatan yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut dapat masuk ke dalam lingkungan rutan.
Ario menyebut mekanisme masuknya narkoba masih menjadi bagian dari investigasi.
Karena itu, belum ada kesimpulan final mengenai jalur masuk barang tersebut maupun pihak yang secara pasti bertanggung jawab.
Rutan Depok menyatakan akan meningkatkan pengawasan dan melakukan razia secara berkelanjutan. Upaya tersebut juga akan melibatkan pihak eksternal untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran narkoba di dalam rutan.
Ironi di Balik Jeruji
Kasus ini menjadi sorotan karena rutan seharusnya menjadi tempat yang memiliki sistem pengamanan ketat, termasuk pengawasan terhadap barang yang masuk dan aktivitas warga binaan.
Apalagi, dugaan penyalahgunaan narkoba terjadi di tengah kebijakan Kemenimipas yang selama ini menempatkan pemberantasan narkoba sebagai salah satu prioritas dalam pembenahan sistem pemasyarakatan.
Kemenimipas sebelumnya menyatakan terus memperkuat razia rutin dan insidentil, pemeriksaan barang serta pengunjung, hingga tes urine terhadap warga binaan dan petugas.
Karena itu, munculnya video dugaan pesta narkoba di Rutan Depok sekaligus membuka pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di tingkat satuan kerja.
Namun, pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui proses investigasi, bukan semata berdasarkan video yang beredar.
Pemeriksaan Masih Berjalan
Hingga Senin (5/10/2026), pemeriksaan terhadap warga binaan dan petugas masih berlangsung.
Kemenimipas juga belum mengungkap secara lengkap identitas maupun peran masing-masing pihak yang diperiksa. Status dugaan keterlibatan petugas juga masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan penanganan hukum.
Yang sudah dikonfirmasi pemerintah adalah video tersebut memang direkam di Rutan Depok dan terdapat dugaan keterlibatan pegawai dalam menyediakan narkoba serta alat yang digunakan untuk aktivitas tersebut.
Kemenimipas memastikan akan menjatuhkan sanksi terhadap pegawai apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran.
Kasus ini kini menjadi ujian bagi pengawasan internal pemasyarakatan: bukan hanya bagaimana narkoba bisa masuk ke balik jeruji, tetapi juga bagaimana memastikan tidak ada oknum dari dalam sistem yang justru membantu membuka jalan bagi peredaran narkoba.
- Penulis: Lambeku

Saat ini belum ada komentar