Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Berlangsung Sejak 2025, Data Hasil Sadapan Diduga Dihapus

Terungkap! Dugaan Penyadapan Presiden Berlangsung Sejak 2025, Data Hasil Sadapan Diduga Dihapus

  • account_circle Ary Arjuno
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

lambeKu.com – Perkara dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting mulai mengungkap persoalan yang lebih luas.

Bareskrim Polri menduga aktivitas tersebut berlangsung sejak 2025 hingga 2026 dan melibatkan penggunaan sistem Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa prosedur yang semestinya.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026), Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin menjelaskan bahwa sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke dalam sistem tanpa surat permohonan penyidik maupun lampiran laporan polisi.

Dugaan tersebut menjadi perhatian karena sistem intersepsi komunikasi semestinya digunakan berdasarkan kewenangan dan prosedur hukum yang jelas.

Siapa saja yang diduga menjadi sasaran?

Bareskrim menyebut dugaan penyadapan tidak hanya menyasar Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah pejabat negara, tokoh politik, kalangan media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha disebut masuk dalam daftar nomor yang diduga dipantau.

Namun, hingga konferensi pers tersebut, belum seluruh identitas sasaran maupun jumlah nomor yang diduga disadap diungkap kepada publik.

Penyidik juga belum membeberkan isi komunikasi yang diduga diperoleh melalui aktivitas tersebut.

Data hasil sadapan diduga dihapus

Salah satu bagian penting dalam penyidikan adalah dugaan penghapusan file hasil penyadapan.

Menurut keterangan Kabareskrim, sekitar Oktober 2026, para tersangka diduga memerintahkan penghapusan file hasil sadapan yang tersimpan dalam sistem LIMS.

Aktivitas tersebut disebut diketahui oleh seorang petugas yang kemudian membuat laporan polisi pada 30 Oktober 2026.

Laporan itulah yang menjadi titik awal penanganan perkara oleh Bareskrim.

Dugaan penghapusan data membuat pemeriksaan forensik digital menjadi bagian penting dalam penyidikan. Penyidik perlu menelusuri apakah file benar-benar telah dihapus, apakah masih ada salinan atau jejak digital, serta siapa saja yang memiliki akses terhadap sistem.

Barang bukti elektronik disita

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa 10 saksi dan tiga orang ahli.

Penyidik juga menyita 11 unit telepon genggam, satu iPad, serta empat flashdisk. Barang bukti elektronik tersebut akan membantu menelusuri komunikasi dan aktivitas yang berkaitan dengan dugaan penyadapan.

Bareskrim telah menetapkan tiga tersangka berinisial LSP, ASN, dan EH. Sejumlah media mengidentifikasi LSP sebagai Listyo Sigit Prabowo, sementara dua tersangka lainnya diidentifikasi sebagai Ahrie Sonta dan Eko Hadi Santoso.

Ketiganya disebut telah ditahan di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

Yusril: Belum ada indikasi makar

Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra turut memberikan penjelasan mengenai perkembangan perkara tersebut.

Yusril menyatakan sejauh ini belum ada indikasi yang mengarah pada tindak pidana makar. Ia menegaskan bahwa dugaan penyadapan masih menjadi fokus penanganan, sementara kepentingan di balik aktivitas tersebut masih didalami.

Pernyataan itu penting untuk menjaga agar pembahasan perkara tetap berada pada fakta yang telah disampaikan aparat, bukan berkembang menjadi dugaan yang belum terbukti.

Pengawasan penyadapan menjadi sorotan

Kasus ini membuka kembali perhatian terhadap tata kelola penggunaan teknologi pengawasan komunikasi oleh aparat penegak hukum.

Penggunaan sistem intersepsi membutuhkan pengawasan dan dasar hukum yang jelas. Tanpa prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan, teknologi yang semestinya mendukung penegakan hukum berpotensi menimbulkan persoalan privasi dan penyalahgunaan kewenangan.

Karena itu, publik kini menunggu penjelasan lebih lengkap mengenai bagaimana akses ke sistem LIMS digunakan, siapa yang memberikan perintah, serta apakah terdapat pihak lain yang mengetahui atau menerima hasil penyadapan.

Bareskrim masih harus membuktikan seluruh dugaan tersebut melalui pemeriksaan saksi, ahli, dan barang bukti elektronik.

Perkara ini pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang ditetapkan sebagai tersangka, melainkan juga bagaimana sistem pengawasan komunikasi dijalankan dan bagaimana negara memastikan kewenangan tersebut tidak digunakan di luar ketentuan hukum.***

  • Penulis: Ary Arjuno

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video Teh Botol Sosro Berbusa Viral Saat Demo, Produsen Lakukan Investigasi

    Video Teh Botol Sosro Berbusa Viral Saat Demo, Produsen Lakukan Investigasi

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Ary Arjuno
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Sebuah video yang memperlihatkan minuman Teh Botol Sosro kemasan kotak mengeluarkan busa dan disebut beraroma seperti sabun menjadi perhatian pengguna media sosial. Video tersebut beredar setelah kegiatan demonstrasi di kawasan Jakarta Pusat pada Rabu (28/10/2026). Dalam rekaman yang beredar, seorang pria memperlihatkan kemasan minuman yang mengeluarkan busa di sekitar lubang tempat sedotan dipasang. […]

  • POCO X8 dan C95 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh

    POCO X8 dan C95 Pro Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Putri Alia
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Pasar smartphone Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran dua perangkat baru dari POCO, yakni POCO X8 dan POCO C95 Pro. Keduanya diperkenalkan pada 30 Oktober 2026 dengan salah satu daya tarik utama berupa kapasitas baterai besar untuk mendukung aktivitas harian dan bermain game. POCO X8 berada di kelas yang lebih tinggi dengan membawa baterai […]

  • Lapangan Padel Milik Coach Justin Dibobol, Aksi Dua Terduga Pelaku Terekam CCTV

    Lapangan Padel Milik Coach Justin Dibobol, Aksi Dua Terduga Pelaku Terekam CCTV

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    LambeKu.com — Sebuah lapangan padel milik Coach Justin di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dilaporkan menjadi sasaran pencurian. Rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan dua orang datang menggunakan sepeda motor ikut menarik perhatian setelah beredar di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Koci Padel House, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru. Berdasarkan pemberitaan pada 10 Oktober […]

  • Lyodra Beri Kejutan di Konser LANY Jakarta, Duet Bareng Paul Klein Bikin Penonton Histeris

    Lyodra Beri Kejutan di Konser LANY Jakarta, Duet Bareng Paul Klein Bikin Penonton Histeris

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Putri Alia
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Penonton konser LANY di Indonesia Arena, Jakarta, mendapat kejutan istimewa saat Lyodra tiba-tiba muncul di atas panggung dan berduet dengan vokalis grup tersebut, Paul Klein. Momen itu menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam konser hari pertama rangkaian Soft World Tour, Kamis (29/10/2026). Kehadiran Lyodra tidak diumumkan jauh-jauh hari kepada penonton. […]

  • Bukan Buket Bunga, Pengantin Lempar Kartu Pokémon hingga Viral

    Bukan Buket Bunga, Pengantin Lempar Kartu Pokémon hingga Viral

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Nindya Suci
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Ada cara unik untuk membuat pesta pernikahan semakin berkesan. Seorang pengantin pria mencuri perhatian setelah memilih melempar set kartu Pokémon kepada para tamu, menggantikan sejenak ekspektasi tradisi lempar buket bunga yang biasa dilakukan dalam resepsi. Dalam video yang ramai diperbincangkan, para tamu terlihat antusias menyambut hadiah tersebut. Sejumlah orang berdesakan dengan tangan terangkat […]

  • Akhirnya Ketemu! Kucing Cimi yang Viral Dibawa Tukang Mi Ayam di Bekasi Kembali ke Pemilik

    Akhirnya Ketemu! Kucing Cimi yang Viral Dibawa Tukang Mi Ayam di Bekasi Kembali ke Pemilik

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Putri Alia
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Kabar bahagia datang dari kisah Cimi, kucing Persia yang sempat menjadi sorotan publik setelah dibawa seorang pedagang mi ayam keliling di kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi. Setelah sempat hilang dan membuat pemiliknya kebingungan, Cimi akhirnya berhasil ditemukan dan kembali ke rumah. Dikutip dari laporan detikNews, keberadaan Cimi terungkap berkat informasi seorang warganet yang menghubungi […]

expand_less