Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti
- account_circle Lambeku
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 ( foto: instagram Timnas )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lambeku.com – Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati drama panjang dan menegangkan melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.
Skuad Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Kemenangan tersebut mengantarkan Indonesia menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup.
Gelar ini sekaligus menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia. Trofi tersebut merupakan gelar internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games yang selama ini menjadi salah satu pencapaian utama tim nasional.
Pertandingan Berjalan Ketat Sejak Babak Pertama
Indonesia langsung mencoba mengambil inisiatif permainan sejak awal pertandingan. Namun, Thailand mampu menjaga pertahanannya sehingga berbagai peluang yang diciptakan Garuda belum menghasilkan gol.
Hingga babak pertama berakhir, skor masih 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin terbuka. Indonesia terus berupaya membongkar pertahanan Thailand, sementara lawan mengandalkan serangan balik untuk mencari celah.
Drama kemudian benar-benar terjadi menjelang akhir waktu normal.
Dean James Bawa Indonesia Unggul
Indonesia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-84.
Tendangan bebas Dean James yang sempat mengenai pemain Thailand berubah arah dan masuk ke gawang Thailand. Indonesia pun unggul 1-0.
Namun keunggulan tersebut hanya bertahan beberapa menit.
Pada menit ke-87, Iklas Sanron berhasil menyamakan kedudukan untuk Thailand. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir.
Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Thailand Berbalik Unggul di Extra Time
Drama semakin intens pada babak tambahan.
Thailand yang bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua justru mampu membuat Indonesia kembali berada dalam tekanan.
Pada menit ke-111, Peeradol Chamrasamee memanfaatkan peluang dan membawa Thailand unggul 2-1.
Indonesia berada dalam posisi sulit. Waktu pertandingan semakin menipis, sementara Thailand tinggal mempertahankan keunggulannya untuk mengangkat trofi.
Namun, Garuda belum menyerah.
Elkan Baggott Selamatkan Indonesia
Lima menit setelah Thailand mencetak gol kedua, Indonesia kembali menyamakan kedudukan.
Elkan Baggott mencetak gol pada menit ke-116 untuk mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut terasa sangat penting karena membuat Indonesia terhindar dari kekalahan sekaligus memaksa final ditentukan melalui adu penalti.
Menariknya, Baggott memiliki hubungan khusus dengan Thailand karena lahir di Bangkok. Pada malam final, ia justru menjadi salah satu pemain yang menentukan hidup-matinya Indonesia di pertandingan tersebut.
Emil Audero Jadi Pahlawan di Adu Penalti
Drama belum selesai.
Setelah pertandingan berakhir 2-2 selama 120 menit, penentuan juara harus dilakukan melalui adu penalti.
Indonesia menunjukkan ketenangan dari titik putih.
Kevin Diks menjadi penendang pertama Indonesia dan sukses menjalankan tugasnya. Penendang berikutnya juga mampu menjalankan tugas masing-masing.
Di kubu Thailand, Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti ketiga setelah tendangannya tidak menghasilkan gol. Kemudian Emil Audero tampil sebagai penentu ketika menggagalkan penalti Nattapong Sayriya.
Indonesia akhirnya menang dalam drama adu penalti dengan skor 4-2.
Seketika itu juga, SUGBK berubah menjadi lautan kegembiraan.
Indonesia Pecahkan Penantian Panjang
Kemenangan atas Thailand memiliki arti tersendiri bagi sepak bola Indonesia.
Sebelum final ini, Indonesia telah menunggu 35 tahun untuk kembali meraih trofi di kawasan Asia Tenggara. Kini, penantian tersebut berakhir di hadapan puluhan ribu pendukung Garuda di SUGBK.
Lebih istimewa lagi, Indonesia tercatat sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup, setelah kompetisi regional tersebut berada dalam naungan FIFA.
FIFA menyebut kemenangan Indonesia atas Thailand sebagai malam bersejarah bagi tuan rumah. Garuda berhasil mengakhiri rangkaian delapan pertandingan tanpa kemenangan atas Thailand sekaligus merebut trofi melalui pertandingan final yang berlangsung dramatis.
Trofi Diserahkan kepada Kevin Diks
Perayaan juara berlangsung di SUGBK setelah pertandingan.
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks.
Sebelum penyerahan trofi, para pemain Indonesia dan Thailand menerima medali sebagai bagian dari seremoni penutupan turnamen.
Momen tersebut menjadi penanda kemenangan Indonesia di hadapan publik sendiri.
Garuda Menulis Sejarah Baru
Perjalanan Indonesia menuju gelar juara memang tidak berlangsung mudah.
Garuda sempat harus bangkit pada pertandingan terakhir fase grup setelah menang besar 9-2 atas Bangladesh untuk memastikan tiket ke final. Indonesia kemudian menghadapi Thailand dalam pertandingan yang berlangsung hingga 120 menit sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Kini seluruh perjuangan tersebut terbayar.
Indonesia 2-2 Thailand setelah 120 menit.
Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Dari tekanan, ketertinggalan dan drama hingga detik-detik terakhir, skuad asuhan John Herdman akhirnya mengangkat trofi di kandang sendiri.
Malam di SUGBK pun menjadi malam ketika Garuda menorehkan satu halaman baru dalam sejarah sepak bola Indonesia.
- Penulis: Lambeku

Saat ini belum ada komentar