Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kasus Penyadapan Presiden Memanas, Desakan Bentuk Pengawas Independen Menguat

Kasus Penyadapan Presiden Memanas, Desakan Bentuk Pengawas Independen Menguat

  • account_circle Hanken surya
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

lambeKu.com – Dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah petinggi kepolisian terus menjadi perhatian publik.

Setelah muncul perkembangan penanganan perkara dan penetapan tersangka, sorotan kini bergeser pada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana memastikan penggunaan teknologi penyadapan tidak disalahgunakan oleh aparat negara.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menilai kasus ini perlu dilihat bukan hanya sebagai perkara individual, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi tata kelola dan pengawasan institusi kepolisian.

Desakan agar kasus diusut secara menyeluruh juga datang dari sejumlah tokoh politik. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono meminta aparat mengungkap siapa pihak yang memerintahkan tindakan tersebut serta apa motif di balik dugaan penyadapan.

Pertanyaan mengenai rantai komando menjadi penting karena penyadapan merupakan tindakan yang menyentuh ranah privasi dan keamanan komunikasi. Penggunaan teknologi pemantauan harus memiliki dasar hukum, tujuan yang jelas, serta mekanisme pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, perkembangan perkara ini memunculkan gagasan pembentukan lembaga pengawas penyadapan yang independen. Mekanisme tersebut dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah penggunaan kewenangan secara berlebihan, sekaligus memastikan setiap tindakan pemantauan dilakukan sesuai hukum.

Pengawasan independen juga penting untuk membangun kepercayaan masyarakat. Tanpa transparansi mengenai dasar hukum, prosedur, dan pertanggungjawaban penggunaan perangkat penyadapan, ruang penyalahgunaan kewenangan akan sulit diawasi.

Meski demikian, proses hukum tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Penetapan tersangka tidak dapat disamakan dengan putusan bersalah, sementara seluruh dugaan harus dibuktikan melalui proses peradilan.

Publik kini menunggu penjelasan lebih lengkap dari penyidik mengenai asal-usul penggunaan sistem, pihak yang memiliki akses, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Kasus ini seharusnya tidak berhenti pada penetapan tersangka. Evaluasi sistem pengawasan dan transparansi penggunaan teknologi intelijen menjadi pekerjaan penting agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.***

  • Penulis: Hanken surya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik Gibran Belum Usai, 9 Hakim MK Kini Dilaporkan ke MKMK

    Polemik Gibran Belum Usai, 9 Hakim MK Kini Dilaporkan ke MKMK

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    LambeKu.com – Polemik soal syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum benar-benar berakhir setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Alih-alih menutup perdebatan, putusan tersebut justru memunculkan babak baru. Sembilan hakim konstitusi yang menangani perkara tersebut kini dilaporkan ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Laporan itu diajukan Pian Andreo Halomoan Manurung, Ketua Umum […]

  • Lyodra Beri Kejutan di Konser LANY Jakarta, Duet Bareng Paul Klein Bikin Penonton Histeris

    Lyodra Beri Kejutan di Konser LANY Jakarta, Duet Bareng Paul Klein Bikin Penonton Histeris

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Putri Alia
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Penonton konser LANY di Indonesia Arena, Jakarta, mendapat kejutan istimewa saat Lyodra tiba-tiba muncul di atas panggung dan berduet dengan vokalis grup tersebut, Paul Klein. Momen itu menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam konser hari pertama rangkaian Soft World Tour, Kamis (29/10/2026). Kehadiran Lyodra tidak diumumkan jauh-jauh hari kepada penonton. […]

  • Asap Karhutla Terdeteksi di Atas Jakarta, BMKG Jelaskan Arti Warna Merah pada Peta NASA

    Asap Karhutla Terdeteksi di Atas Jakarta, BMKG Jelaskan Arti Warna Merah pada Peta NASA

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle leksana
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Informasi mengenai asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di atmosfer Jakarta menjadi perhatian masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa keberadaan lapisan asap di atas wilayah ibu kota tidak otomatis berarti masyarakat sedang menghirup udara yang tercemar asap tersebut. Dalam laporan detikNews pada Senin (19/10/2026), Direktur Layanan Iklim Terapan […]

  • JIS Bawa Nama Indonesia ke Dunia, Atap Buka-Tutup Raih Penghargaan Internasional

    JIS Bawa Nama Indonesia ke Dunia, Atap Buka-Tutup Raih Penghargaan Internasional

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    LambeKu.com – Jakarta International Stadium (JIS) kembali membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Kali ini bukan karena pertandingan sepak bola, melainkan karena teknologi konstruksinya. JIS meraih penghargaan pada ajang Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 yang berlangsung di Singapura. Proyek tersebut mendapat penghargaan dalam kategori rekayasa struktur melalui karya bertema rancangan atap buka-tutup terbesar. Penghargaan […]

  • Pemenang AMI Awards 2026: Tulus dan Idgitaf Mendominasi

    Pemenang AMI Awards 2026: Tulus dan Idgitaf Mendominasi

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle Nindya Suci
    • 0Komentar

    lambeKu.com – Malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 resmi usai. Digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026), ajang ini memberi dua nama sorotan utama: Tulus dan Idgitaf. Tulus, panen lewat “Teh Hijau” Lagu “Teh Hijau” membawa Tulus meraih Karya Produksi Terbaik Terbaik. Ia juga menang sebagai Artis Solo Pria Pop Terbaik, Lagu […]

  • Indonesia vs Thailand Malam Ini, SUGBK Penuh 67 Ribu Suporter, Garuda Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup

    Indonesia vs Thailand Malam Ini, SUGBK Penuh 67 Ribu Suporter, Garuda Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Lambeku
    • 0Komentar

    Lambeku.com – Pertandingan yang ditunggu-tunggu pecinta sepak bola Asia Tenggara akhirnya tiba. Timnas Indonesia menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Laga penentuan gelar tersebut dijadwalkan kick-off pukul 20.00 WIB. Pertandingan dapat disaksikan melalui siaran langsung SCTV dan Indosiar serta layanan streaming Vidio. […]

expand_less