Berlliana Lovell Soroti Permintaan Maaf Amat Jelangskuy, Kasus Bisa Berlanjut ke Hukum
- account_circle Nindya Suci
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

Berlliana Lovell ( Foto: instagram Berlliana.Lovell )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Persoalan antara aktris Berlliana Lovell dan content creator Amat Jelangskuy masih menjadi perhatian publik.
Berlliana menilai permintaan maaf yang disampaikan Amat setelah dugaan pelecehan verbal saat siaran langsung di media sosial belum menunjukkan ketulusan yang diharapkannya.
Melalui perwakilannya, Nanda Persada, pihak Berlliana menyampaikan keberatan terhadap video klarifikasi Amat.
Mereka menilai penjelasan tersebut masih disertai pembelaan diri dan berpotensi membuat persoalan terlihat seolah-olah tidak serius.
Pernyataan itu disampaikan Nanda kepada awak media di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Jumat (16/10/2026), sebagaimana diberitakan Okezone.
Berlliana Ingin Ada Itikad Baik
Berlliana mengungkapkan kekecewaannya terhadap cara permintaan maaf tersebut disampaikan. Menurutnya, permintaan maaf seharusnya disertai pengakuan atas dampak perbuatan, bukan diikuti pembenaran yang justru menimbulkan persoalan baru.
Pihak manajemen menyatakan masih membuka ruang komunikasi dan kemungkinan memaafkan. Namun, mereka menginginkan adanya itikad baik yang ditunjukkan secara langsung.
Jika langkah tersebut tidak dilakukan, tim kuasa hukum Berlliana menyatakan persoalan itu dapat berlanjut ke ranah hukum. Sebelumnya, pihak Berlliana juga telah menyampaikan somasi terkait dugaan pelecehan verbal saat siaran langsung.
Warganet Diingatkan Menjaga Etika
Kasus ini kembali memunculkan diskusi mengenai etika berkomunikasi di media sosial, terutama ketika seseorang berinteraksi secara langsung dengan orang lain di depan penonton.
Komentar yang dianggap merendahkan atau melecehkan dapat menimbulkan dampak bagi pihak yang menjadi sasaran. Karena itu, ruang digital tetap membutuhkan sikap saling menghormati, meskipun percakapan berlangsung dalam format hiburan atau siaran langsung.
Meski persoalan tersebut telah mendapat perhatian luas, dugaan pelanggaran tetap perlu dibedakan dari fakta yang telah dibuktikan melalui proses hukum.
Publik kini menanti apakah kedua pihak akan menyelesaikan masalah melalui komunikasi langsung atau melanjutkannya ke proses hukum. Sampai ada perkembangan resmi, semua pihak sebaiknya menghindari kesimpulan yang belum didukung bukti.***
- Penulis: Nindya Suci

Saat ini belum ada komentar