Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak
- account_circle Putri Alia
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 800 Meter di Atas Puncak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (17/10/2026) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.476 meter di atas permukaan laut.
Erupsi tercatat terjadi pada pukul 06.35 WIB. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat.
Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi sekitar satu menit 30 detik, berdasarkan laporan yang disampaikan PVMBG.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta memperhatikan rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati area yang masuk zona bahaya.
Warga Diminta Menjauhi Zona Rawan
Dalam laporan tersebut, Gunung Semeru berada pada Status Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Di luar area tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
Waspadai Awan Panas dan Lahar
PVMBG meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Beberapa aliran yang perlu mendapat perhatian antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.
Risiko lahar dapat meningkat ketika material vulkanik bercampur dengan air, terutama saat terjadi hujan di kawasan hulu. Karena itu, masyarakat di sekitar aliran sungai diminta tidak mengabaikan peringatan resmi.
Utamakan Informasi Resmi
Aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Warga, pendaki, dan wisatawan sebaiknya mengikuti informasi dari PVMBG serta petugas setempat, bukan hanya mengandalkan video atau unggahan media sosial.
Masyarakat juga diimbau tidak memasuki zona yang telah ditetapkan berbahaya demi keselamatan diri dan tim penanganan di lapangan.
Perkembangan aktivitas Semeru selanjutnya masih perlu dipantau melalui laporan resmi pihak berwenang.***
- Penulis: Putri Alia

Saat ini belum ada komentar