Prabowo Setujui Bantuan Asing untuk Atasi Karhutla, BNPB Bahas Langkah Teknis
- account_circle Hanken surya
- calendar_month 19 jam yang lalu
- print Cetak

Salah satu titik kebakaran hutan kalimantan ( foto mongabay ))
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Presiden Prabowo Subianto menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pemerintah kini membahas mekanisme teknis agar dukungan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa persetujuan Presiden telah diberikan dan pembahasan teknis sedang berjalan. Koordinasi dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pihak terkait lainnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memetakan aset dan kemampuan yang tersedia di dalam negeri, baik milik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Setelah itu, pemerintah akan menilai bentuk bantuan luar negeri yang paling dibutuhkan untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diterima dapat melengkapi kemampuan nasional dan diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak. Bentuk dukungan, mekanisme pengerahan, serta pembagian tugas masih perlu mengikuti hasil pembahasan teknis.
Karhutla menjadi tantangan serius karena kebakaran di kawasan hutan dan lahan gambut dapat berlangsung lama, menghasilkan asap, serta memengaruhi kualitas udara. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga dapat meluas ke wilayah lain mengikuti arah angin.
Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas lembaga, mulai dari pemadaman, pemantauan titik panas, perlindungan masyarakat, hingga pemulihan kawasan yang terdampak. Pencegahan kebakaran dan pengelolaan lahan gambut juga penting untuk mengurangi risiko kejadian berulang.
Persetujuan bantuan dari negara tetangga menandai terbukanya ruang kerja sama regional dalam menghadapi kebakaran. Namun, efektivitas dukungan tersebut akan bergantung pada kebutuhan lapangan, kesiapan sarana, dan kecepatan koordinasi.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Warga juga sebaiknya membatasi paparan asap ketika kondisi udara memburuk, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.***
- Penulis: Hanken surya

Saat ini belum ada komentar