Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas ke Negara Tetangga, PM Malaysia Usulkan Kerja Sama ASEAN
- account_circle Ary Arjuno
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan penguatan kerja sama di tingkat ASEAN untuk menghadapi persoalan kabut asap lintas batas ( Foto: NasionalKita )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi perhatian kawasan Asia Tenggara setelah kabut asap dilaporkan mencapai sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengusulkan penguatan kerja sama di tingkat ASEAN untuk menghadapi persoalan kabut asap lintas batas. Usulan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi, kesiapsiagaan, dan tindakan bersama antarnegara di kawasan.
Anwar menyatakan bahwa Malaysia bersedia membantu Indonesia dalam menangani karhutla.
Ia menilai persoalan kabut asap lintas batas perlu dihadapi melalui tanggung jawab bersama, mengingat dampaknya tidak berhenti di wilayah negara tempat kebakaran terjadi.
Dampak Asap Melampaui Batas Negara
Kabut asap akibat karhutla dapat terbawa angin menuju wilayah yang jauh dari sumber kebakaran. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan, aktivitas masyarakat, dan kegiatan pendidikan.
Anwar menyebut dampak asap telah dirasakan masyarakat Malaysia. Bahkan, kondisi tersebut dilaporkan mendorong penutupan sekolah di sejumlah wilayah atau negara bagian.
Situasi ini memperlihatkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas negara, terutama ketika kondisi cuaca dan pergerakan angin membuat asap menyebar ke kawasan lain.
Karena itu, kerja sama regional dinilai penting untuk memperkuat kesiapan menghadapi dampak kabut asap sekaligus meningkatkan koordinasi dalam penanganan bencana.
Malaysia Nyatakan Siap Membantu Indonesia
Anwar juga mengakui upaya pemerintah Indonesia dalam menangani karhutla, termasuk pengerahan personel dan penggunaan berbagai sarana untuk pemadaman dari udara.
Meski demikian, luas wilayah terdampak dan kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan bukan pekerjaan mudah.
Malaysia menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia sebagai bagian dari semangat bertetangga dan solidaritas regional.
Usulan kerja sama ASEAN tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya menangani kabut asap lintas batas. Bentuk dan tindak lanjut kerja sama perlu dilihat dari perkembangan koordinasi resmi negara-negara anggota ASEAN.
Pentingnya Penanganan Karhutla Jangka Panjang
Penanganan kabut asap tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah meluas. Upaya pencegahan, pemantauan titik panas, penegakan hukum terhadap pembakaran ilegal, dan perlindungan kawasan hutan juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.
Selain itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu memperoleh informasi kualitas udara yang akurat agar dapat menyesuaikan aktivitas dan mengurangi paparan asap ketika kondisi memburuk.
Kerja sama regional diharapkan mampu memperkuat upaya tersebut, sehingga dampak karhutla tidak terus berulang dan membebani masyarakat di Indonesia maupun negara tetangga.***
- Penulis: Ary Arjuno

Saat ini belum ada komentar