Tren Fashion TikTok 2026: Gorpcore, GRWM hingga OOTD Makin Mengubah Gaya Anak Muda
- account_circle Lambeku
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Tren Fashion TikTok 2026: Gorpcore, GRWM hingga OOTD Makin Mengubah Gaya Anak Muda ( foto Ilustrasi L6 )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lambeku.com – Dunia fashion pada 2026 semakin sulit dipisahkan dari media sosial. TikTok bukan lagi sekadar tempat berbagi video hiburan, tetapi ikut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mencari inspirasi berpakaian, menemukan merek baru hingga menentukan produk yang akhirnya dibeli.
Sejumlah tren seperti gorpcore, Get Ready With Me (GRWM), Outfit of the Day (OOTD), hingga 3 Ways to Style menjadi bagian dari perubahan tersebut. Konten fashion membuat inspirasi berpakaian dapat muncul dalam hitungan detik di layar pengguna, sekaligus menghubungkan mereka dengan produk yang ditampilkan.
Fenomena itu berjalan beriringan dengan pertumbuhan transaksi kategori fesyen di TikTok Shop by Tokopedia. Berdasarkan data perusahaan, nilai transaksi fesyen pada semester I 2026 meningkat 70 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Gorpcore: Ketika Gaya Outdoor Masuk ke Jalanan
Salah satu tren yang mencuri perhatian adalah gorpcore, gaya berpakaian yang memadukan elemen perlengkapan aktivitas luar ruang dengan karakter streetwear.
Jaket outdoor, celana fungsional, sepatu yang dirancang untuk aktivitas luar ruang, hingga aksesori bergaya utilitarian dapat dipadukan menjadi busana sehari-hari.
Gorpcore menarik karena tidak hanya mengutamakan penampilan. Unsur kenyamanan, fungsi, dan karakter kasual menjadi bagian penting dari gaya tersebut.
Di TikTok, tren ini semakin mudah ditemukan melalui konten kreator yang memperlihatkan bagaimana pakaian outdoor dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, bukan hanya ketika mendaki gunung atau melakukan kegiatan alam.
Brand lokal pun melihat peluang tersebut. ANTARESTAR, misalnya, memanfaatkan konten digital dan kolaborasi dengan affiliate creator untuk mempromosikan produk fesyen outdoor kepada anak muda.
GRWM, Bukan Sekadar Menunjukkan Pakaian
Tren GRWM atau Get Ready With Me menawarkan pendekatan yang berbeda.
Alih-alih hanya memperlihatkan hasil akhir sebuah outfit, kreator mengajak penonton mengikuti proses ketika mereka memilih pakaian, memadukan warna, menentukan aksesori hingga menyelesaikan penampilan.
Format seperti ini membuat fashion terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Penonton tidak hanya melihat sebuah pakaian sebagai produk, tetapi juga mendapatkan gambaran bagaimana pakaian tersebut dipakai dan dipadukan.
Inilah yang kemudian membuat konten fashion di TikTok memiliki fungsi ganda: hiburan sekaligus referensi gaya.
OOTD Mengubah Cara Orang Mencari Inspirasi
Sementara itu, OOTD atau Outfit of the Day tetap menjadi salah satu format yang populer.
Konsepnya sederhana. Seseorang memperlihatkan pakaian yang dikenakan pada hari tersebut. Namun dalam ekosistem TikTok, OOTD dapat berkembang menjadi inspirasi gaya berdasarkan aktivitas, tempat, musim, warna, bentuk tubuh hingga karakter personal.
Konten tersebut juga dapat memunculkan tren baru secara cepat.
Satu gaya yang awalnya digunakan oleh sejumlah kreator dapat ditiru pengguna lain, dimodifikasi, kemudian muncul kembali dalam berbagai versi.
Dengan pola tersebut, tren fashion tidak selalu harus menunggu muncul dari panggung peragaan busana. Tren dapat tumbuh dari konten sehari-hari yang dibuat oleh kreator maupun pengguna biasa.
3 Ways to Style: Satu Pakaian, Banyak Gaya
Format 3 Ways to Style juga memperlihatkan perubahan cara masyarakat melihat pakaian.
Satu produk tidak lagi harus dipakai dengan satu gaya. Kreator biasanya memperlihatkan beberapa alternatif padu padan untuk menunjukkan bagaimana satu item dapat digunakan dalam situasi berbeda.
Konsep tersebut sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang semakin mempertimbangkan fleksibilitas sebuah produk.
Satu jaket, misalnya, dapat dipadukan dengan celana berbeda untuk menciptakan tampilan kasual, streetwear atau bahkan semi-formal.
Konten seperti ini membuat proses memilih pakaian menjadi lebih informatif karena konsumen dapat melihat contoh penggunaan produk sebelum membeli.
Kreator Fashion Makin Punya Peran Besar
Perubahan terbesar justru terlihat dari meningkatnya peran kreator.
Data TikTok Shop by Tokopedia menunjukkan jumlah kreator fesyen meningkat 74 persen pada semester I 2026 dibandingkan semester I 2025. Sementara itu, nilai transaksi yang dihasilkan kreator fesyen meningkat 95 persen pada periode yang sama.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa kreator bukan lagi sekadar pihak yang membuat konten.
Mereka semakin berperan sebagai penghubung antara brand dan konsumen. Produk yang sebelumnya sulit ditemukan masyarakat dapat memperoleh perhatian ketika muncul dalam video pendek atau sesi LIVE yang relevan dengan kebutuhan audiens.
Model inilah yang dikenal sebagai discovery commerce, ketika konsumen menemukan produk melalui konten sebelum kemudian mempertimbangkan pembelian.
Fashion Pria, Wanita dan Aksesori Jadi Kategori dengan Pertumbuhan Tinggi
Pada 2026, pakaian pria, pakaian wanita, dan aksesori menjadi kategori fesyen dengan pertumbuhan nilai transaksi tertinggi di TikTok Shop.
Menariknya, pertumbuhan tersebut tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat dan Gorontalo termasuk sejumlah wilayah yang mencatat pertumbuhan nilai transaksi produk fesyen yang tinggi sepanjang 2026.
Fenomena ini menunjukkan bahwa platform digital memungkinkan brand lokal menjangkau konsumen yang sebelumnya mungkin berada jauh dari pusat perdagangan fesyen.
Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, perubahan tersebut membuka peluang untuk membangun pasar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada toko fisik.
Industri Fashion Lokal Ikut Bergerak
Pertumbuhan ekosistem digital juga berlangsung ketika sektor fesyen dan kriya Indonesia mengalami perkembangan.
Data Kementerian Perindustrian yang dikutip ANTARA menunjukkan PDB sektor fesyen dan kriya mencapai Rp120,13 triliun pada triwulan I 2026, meningkat 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sektor tersebut juga menyerap sekitar 3,69 juta tenaga kerja dari 1,75 juta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Artinya, tren yang muncul di layar ponsel tidak berhenti pada persoalan gaya hidup. Di belakangnya terdapat rantai ekonomi yang melibatkan kreator, brand, konveksi, pekerja, affiliate hingga konsumen.
TikTok Makin Dekat dengan Lemari Pakaian
Perubahan perilaku konsumen ini memperlihatkan satu hal penting: proses memilih pakaian semakin terintegrasi dengan konsumsi konten digital.
Dulu seseorang mungkin pergi ke pusat perbelanjaan untuk melihat-lihat produk sebelum membeli. Kini proses tersebut bisa dimulai dari video berdurasi singkat.
Melihat seseorang menggunakan jaket, celana, sepatu atau aksesori dapat memunculkan inspirasi. Dari sana pengguna bisa mencari produk serupa, membandingkan pilihan, melihat sesi LIVE, kemudian mengambil keputusan pembelian.
Batas antara konten, inspirasi, promosi dan transaksi pun semakin tipis.
Bukan Sekadar Mengikuti Tren
Meski begitu, perkembangan fashion di TikTok juga menunjukkan bahwa konsumen memiliki pilihan yang semakin luas.
Gorpcore menawarkan perpaduan fungsi dan gaya. GRWM memperlihatkan proses membangun penampilan. OOTD menjadi ruang berbagi inspirasi. Sementara 3 Ways to Style menunjukkan bagaimana satu pakaian dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.
Pada akhirnya, tren tersebut bukan sekadar tentang pakaian apa yang sedang populer.
Lebih dari itu, TikTok ikut mengubah cara masyarakat menemukan gaya, mengenal brand, mencari inspirasi dan mengambil keputusan untuk membeli.
Fashion 2026 pun semakin bergerak dari etalase toko menuju layar ponsel—dengan kreator dan pengguna menjadi bagian penting dari bagaimana sebuah tren lahir, berkembang dan akhirnya menjadi bagian dari keseharian.***
- Penulis: Lambeku

Saat ini belum ada komentar