Viral Video Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Mahasiswa, Kini Diperiksa Propam
- account_circle Ary Arjuno
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Viral Video Ajudan Gubernur Kaltim Senggol Mahasiswa, Kini Diperiksa Propam ( Foto: tangkapan layar tiktok )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Insiden itu terjadi pada Senin (19/10/2026) menjelang waktu Magrib di kawasan Masjid Nurul Mukminin, kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.
Saat kejadian, mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda tengah menyampaikan aspirasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Massa disebut telah menggelar aksi sejak siang hingga sore hari.
Dalam video yang beredar, terlihat ketegangan ketika sejumlah mahasiswa mempertanyakan alasan Gubernur Rudy Mas’ud tidak menemui mereka saat demonstrasi berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, seorang ajudan yang mendampingi gubernur terlihat bersenggolan dengan demonstran hingga ponsel salah satu mahasiswa terjatuh.
Rekaman itu kemudian ramai dibicarakan warganet. Namun, penilaian mengenai penyebab dan rangkaian lengkap kejadian perlu mengacu pada pemeriksaan serta keterangan pihak-pihak yang terlibat.
Pemprov Kaltim Akui Tindakan Kontak Fisik Keliru
Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, menjelaskan insiden terjadi ketika Rudy hendak menunaikan salat Magrib.
Menurut keterangannya, massa demonstran berada di sekitar masjid setelah sebelumnya melakukan aksi di lingkungan kantor gubernur.
Sudarno mengakui bahwa tindakan kontak fisik yang dilakukan ajudan tersebut tidak dapat dibenarkan.
Ia juga menyebut situasi saat itu perlu dilihat secara objektif, termasuk kondisi yang memicu ketegangan di lokasi.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu respons pemerintah daerah setelah video kejadian beredar luas di media sosial.
Polda Sebut Personel Sedang Diperiksa
Perkembangan terbaru, Polda Kalimantan Timur menyatakan telah berkoordinasi dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menindaklanjuti informasi mengenai insiden tersebut.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Tedy Sopandi mengatakan personel yang bersangkutan merupakan anggota Brimob Polda Kalimantan Utara dan sedang menjalani pemeriksaan untuk mendalami peristiwa yang terjadi.
Polda menegaskan penanganan dilakukan secara profesional dan proporsional. Kemungkinan adanya pelanggaran serta tindak lanjut terhadap personel tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Dengan demikian, proses pemeriksaan masih berjalan dan belum tepat untuk menyimpulkan bentuk sanksi sebelum hasilnya diumumkan secara resmi.
Berawal dari Aksi Mahasiswa soal Karhutla
Demonstrasi GMNI Samarinda tersebut berkaitan dengan tuntutan mahasiswa mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur.
Isu karhutla menjadi perhatian karena dampaknya dapat meluas, mulai dari kualitas udara hingga keselamatan masyarakat.
Insiden antara ajudan dan demonstran kemudian menambah sorotan terhadap cara pejabat publik beserta pengawalnya merespons masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa pengamanan pejabat perlu tetap mengedepankan profesionalisme dan penghormatan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan Propam untuk mengetahui lebih lanjut duduk perkara insiden tersebut.
Sampai ada keterangan resmi berikutnya, informasi mengenai kejadian ini perlu disampaikan secara berimbang dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.***
- Penulis: Ary Arjuno

Saat ini belum ada komentar