Film Yang Disebut Nakal Angkat Kisah Remaja yang Kerap Disalahpahami Orang Dewasa
- account_circle Nindya Suci
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

Film produksi DLK Pictures bersama Inhype Pictures tersebut disutradarai Benni Setiawan ( Foto Instagram filmyangdisebutnakal )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Industri film Indonesia kembali menghadirkan cerita tentang kehidupan remaja melalui film drama komedi keluarga berjudul Yang Disebut Nakal.
Film ini mengangkat pengalaman anak muda yang kerap mendapat cap bermasalah tanpa lebih dulu didengarkan atau dipahami oleh orang dewasa di sekitarnya.
Film produksi DLK Pictures bersama Inhype Pictures tersebut disutradarai Benni Setiawan. Ceritanya memadukan humor, konflik keluarga, persahabatan, dan perjalanan pendewasaan.
Alih-alih membagi karakter secara sederhana menjadi anak baik dan anak nakal, film ini berusaha melihat persoalan yang melatarbelakangi perilaku para tokohnya.
Pendekatan tersebut memberi ruang untuk membahas hubungan anak dengan keluarga, lingkungan, dan kebutuhan mereka untuk mendapatkan perhatian.
Mengajak Penonton Melihat dari Sudut Pandang Remaja
Label “nakal” kerap muncul ketika perilaku anak tidak sesuai dengan harapan orang dewasa.
Namun, perilaku yang terlihat di permukaan belum tentu menggambarkan keseluruhan persoalan yang sedang dihadapi seorang remaja.
Konflik keluarga, tekanan pergaulan, kebutuhan untuk diterima, hingga kesulitan menyampaikan perasaan dapat memengaruhi cara anak bersikap.
Hal itu tidak berarti setiap perilaku bermasalah harus dibenarkan, tetapi menunjukkan pentingnya memahami konteks sebelum mengambil kesimpulan.
Melalui karakter dan konflik yang dihadirkan, film ini mengajak penonton mempertimbangkan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak.
Drama Keluarga Berpadu dengan Komedi
Perpaduan drama dan komedi menjadi cara untuk menyampaikan persoalan remaja tanpa harus menjadikannya cerita yang sepenuhnya berat.
Humor dapat membuat situasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, sementara konflik keluarga memberi ruang bagi penonton untuk melihat konsekuensi dari kurangnya komunikasi.
Pendekatan tersebut juga membuka kesempatan bagi keluarga untuk membicarakan persoalan yang sering sulit diungkapkan secara langsung, termasuk perbedaan pandangan antara generasi.
Meski mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan banyak orang, pengalaman setiap remaja tentu berbeda.
Film menjadi salah satu medium untuk memantik percakapan, bukan pengganti komunikasi langsung maupun pendampingan profesional ketika anak menghadapi masalah serius.
Pentingnya Mendengarkan Anak
Kehadiran film dengan tema keluarga dan remaja mengingatkan bahwa hubungan yang sehat membutuhkan komunikasi dua arah.
Orang tua tetap perlu menetapkan batasan, tetapi juga memberi kesempatan bagi anak untuk menjelaskan perasaan dan pengalamannya.
Bagi penonton, Yang Disebut Nakal menawarkan sudut pandang untuk melihat kembali bagaimana label dapat memengaruhi cara seseorang diperlakukan.
Memahami persoalan di balik perilaku bukan berarti mengabaikan tanggung jawab, melainkan menjadi langkah awal untuk mencari penyelesaian yang lebih tepat.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal penayangan dan daftar pemain perlu mengikuti pengumuman resmi pihak produksi dan jaringan bioskop.
lambeKu.com akan mengikuti perkembangan film Indonesia yang menghadirkan cerita keluarga, kehidupan remaja, dan persoalan sosial yang dekat dengan keseharian penonton.***
- Penulis: Nindya Suci

Saat ini belum ada komentar