Betrand Peto Diperiksa Polda sebagai Terlapor, Kasus Dugaan TPKS Makin Disorot
- account_circle Lambeku
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Betrand Peto Diperiksa Polda sebagai Terlapor, Kasus Dugaan TPKS Makin Disorot ( foto: Instagram betrandpetoputraonsu )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LambeKu.com — Nama Betrand Peto kembali menjadi sorotan publik. Penyanyi yang akrab disapa Onyo tersebut memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026) untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).
Betrand datang sekitar pukul 13.00 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya, Timothy Ezra. Kepada awak media, Betrand membenarkan bahwa dirinya diperiksa dalam kapasitas sebagai terlapor atas laporan perempuan berinisial ANW.
Betrand Pilih Bicara Setelah Pemeriksaan
Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, Betrand tidak banyak memberikan keterangan.
Ia meminta awak media menunggu hingga proses pemeriksaan selesai sebelum dirinya menjelaskan lebih jauh mengenai perkara tersebut.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa proses hukum kini menjadi ruang utama untuk menguji laporan dan keterangan dari masing-masing pihak.
Kasus Bermula dari Laporan ANW
Perkara ini sebelumnya mencuat setelah ANW membuat laporan ke Polda Metro Jaya pada September 2026.
Dugaan kejadian disebut berlangsung di area privat sebuah tempat hiburan malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Polisi kemudian melakukan pendalaman dengan memeriksa pihak-pihak yang dianggap mengetahui perkara tersebut.
Pihak Betrand sendiri telah membantah tudingan tersebut dan menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berlangsung.
Publik Diminta Tidak Terburu-buru Menyimpulkan
Kasus yang melibatkan figur publik hampir selalu berkembang cepat di media sosial.
Potongan informasi dapat menyebar dalam hitungan menit dan kemudian berubah menjadi kesimpulan publik.
Padahal status terlapor bukanlah putusan bersalah.
Karena itu, perkara Betrand sebaiknya tetap ditempatkan dalam koridor proses hukum. Polisi perlu mengumpulkan bukti dan memeriksa keterangan semua pihak sebelum menentukan langkah berikutnya.
Bagi Betrand, pemeriksaan hari ini menjadi salah satu tahap penting untuk memberikan keterangannya kepada penyidik.
Bagi publik, yang ditunggu tentu bukan sekadar drama media sosial.
Publik menunggu fakta.
Dan fakta itu seharusnya lahir dari proses hukum, bukan dari perang komentar di internet.
- Penulis: Lambeku


Saat ini belum ada komentar