KMP Batumandi Terbakar di Perairan Merak, 420 Penumpang Berhasil Dievakuasi
- account_circle Ary Arjuno
- calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
- print Cetak

(KMP) Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terbakar di perairan dekat Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore. ( dok/istomewa )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terbakar di perairan dekat Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026) sore.
Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Insiden terjadi ketika kapal yang melayani lintasan Bakauheni–Merak itu sedang melakukan manuver untuk bersandar di Dermaga VI.
Berdasarkan keterangan ASDP, kapal sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada siang hari.
Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas di darat melihat percikan api di bagian buritan kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.
Situasi tersebut segera direspons dengan upaya penanganan darurat dan evakuasi penumpang.
Petugas gabungan dari unsur pelabuhan, Basarnas, dan kepolisian dikerahkan untuk membantu proses penyelamatan serta menangani kebakaran di perairan sekitar Pelabuhan Merak.
Sebanyak 420 Penumpang Dievakuasi
Berdasarkan data manifes yang disampaikan Polda Banten, KMP Batumandi mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan saat insiden terjadi.
Dari jumlah penumpang tersebut, 393 orang berada di dalam kendaraan, sedangkan 27 lainnya merupakan penumpang pejalan kaki.
Seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Sejumlah orang yang mengalami keluhan kesehatan atau luka setelah kejadian juga mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.
Pihak kepolisian dan instansi terkait turut memberikan bantuan kepada penumpang yang terdampak, termasuk menyiapkan layanan informasi dan pendampingan di kawasan Pelabuhan Merak.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi saat kapal sedang mendekati dermaga, ketika penumpang dan kendaraan masih berada di atas kapal.
Respons cepat petugas serta bantuan dari berbagai unsur menjadi bagian penting dalam proses evakuasi.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga perkembangan informasi yang dilaporkan pada Rabu (21/10/2026), penyebab pasti kebakaran KMP Batumandi belum diumumkan.
ASDP menyatakan akan mendukung pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang.
Polri juga menyampaikan rencana penyelidikan untuk mengetahui faktor penyebab insiden, termasuk kemungkinan faktor teknis maupun nonteknis.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan agar penyebab kebakaran dapat diketahui berdasarkan bukti dan hasil investigasi, bukan dugaan.
ASDP menyatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut.
Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa dan pihak-pihak yang terdampak.
Selain penanganan penumpang, ASDP menyatakan berkoordinasi dengan Jasa Raharja terkait pendataan kerugian dan mekanisme jaminan asuransi bagi penumpang yang terdampak.
Insiden kebakaran KMP Batumandi kini menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan dalam layanan penyeberangan.
Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat prosedur keselamatan pelayaran.
lambeKu.com akan terus memantau perkembangan informasi resmi terkait hasil penyelidikan dan penanganan dampak kebakaran KMP Batumandi.***
- Penulis: Ary Arjuno
- Sumber: BPTD Banten

Saat ini belum ada komentar