Sekitar 30 Juta Keluarga Belum Memiliki Hunian Layak, Program Perumahan Jadi Sorotan
- account_circle leksana
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi : Rumah Subsidi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Persoalan kepemilikan rumah dan kelayakan hunian masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut sekitar 30 juta keluarga belum memiliki rumah atau masih tinggal di hunian yang tidak layak.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan bedah rumah dan bakti kesehatan bersama masyarakat di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Menurut Tito, persoalan perumahan merupakan kebutuhan mendasar yang memerlukan perhatian serius.
Pemerintah, kata dia, terus mendorong program penyediaan rumah, termasuk melalui Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Tito juga menyebut target program bedah rumah pada tahun ini mencapai 450 ribu unit. Pemerintah tengah mempertimbangkan peningkatan jumlah tersebut pada tahun berikutnya, meski target akhirnya masih perlu dihitung lebih lanjut.
Besarnya kebutuhan hunian menunjukkan bahwa persoalan perumahan tidak cukup diselesaikan dengan membangun unit baru.
Kemampuan masyarakat untuk membeli rumah, ketersediaan lahan, akses pembiayaan, serta kualitas bangunan juga perlu diperhatikan.
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, biaya awal kepemilikan rumah dapat menjadi hambatan tersendiri.
Karena itu, kemudahan administrasi dan regulasi yang tepat sasaran berpotensi membantu masyarakat mengakses hunian yang lebih layak.
Tantangan berikutnya adalah memastikan program bantuan menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Data penerima yang akurat, transparansi pelaksanaan, dan pengawasan kualitas bangunan menjadi bagian penting agar program perumahan memberi manfaat nyata.
Angka 30 juta keluarga yang disampaikan pemerintah menjadi gambaran besarnya pekerjaan yang masih harus dilakukan.
Perkembangan program perumahan perlu dipantau bukan hanya dari jumlah rumah yang dibangun atau diperbaiki, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh hunian yang aman dan layak.***
- Penulis: leksana

Saat ini belum ada komentar