Banjir Rendam Subulussalam Aceh, 1.985 Kepala Keluarga Terdampak
- account_circle leksana
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Banjir Rendam Subulussalam Aceh, 1.985 Kepala Keluarga Terdampak ( Foto: BPBA )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Banjir yang melanda Kota Subulussalam, Aceh, berdampak terhadap 1.985 kepala keluarga (KK). Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan genangan masih terjadi di sejumlah wilayah hingga laporan terbaru pada Kamis (29/10/2026).
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (24/10). Kondisi itu menyebabkan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap hingga memasuki permukiman warga.
Wilayah terdampak meliputi tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat dan 18 desa di Kecamatan Rundeng. BPBA juga melaporkan sebanyak 2.013 unit rumah terendam, disertai dampak terhadap jalan desa, lahan perkebunan dan pertanian, sekolah, serta tempat ibadah.
Dalam laporan yang disampaikan BPBA, jumlah warga terdampak secara keseluruhan masih dalam pendataan. Sementara itu, tiga KK dilaporkan mengungsi di Desa Sibuasan. Hingga laporan tersebut diterbitkan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam melakukan kajian cepat dan mengerahkan tim reaksi cepat untuk membantu pendataan serta memantau perkembangan situasi di lapangan.
Genangan yang belum surut menjadi perhatian karena dapat menghambat mobilitas warga dan aktivitas sehari-hari. Kerusakan atau gangguan pada akses jalan juga berpotensi menyulitkan distribusi kebutuhan bagi masyarakat yang terdampak.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai perlu meningkatkan kewaspadaan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Perubahan debit air dapat berlangsung cepat, terutama di wilayah yang berdekatan dengan sungai dan memiliki riwayat genangan.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi dari BPBD setempat dan segera menghubungi petugas apabila menghadapi kondisi yang membahayakan. Warga juga sebaiknya menghindari arus banjir yang deras dan tidak memaksakan diri melintasi jalan yang terendam apabila kedalaman maupun kondisi permukaan tidak diketahui.
Pendataan lanjutan diperlukan untuk memastikan jumlah warga terdampak, kebutuhan mendesak, serta besaran kerusakan yang ditimbulkan. Informasi tersebut akan membantu pemerintah daerah menentukan langkah penanganan dan pemulihan bagi masyarakat Subulussalam.***
- Penulis: leksana

Saat ini belum ada komentar