Insiden Gas Kimia di Karawang, 139 Warga Dilaporkan Terdampak
- account_circle leksana
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Insiden Gas Kimia di Karawang, 139 Warga Dilaporkan Terdampak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
lambeKu.com – Insiden pelepasan gas di kawasan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2, Karawang, Jawa Barat, memicu kekhawatiran warga sekitar. Pemerintah daerah mencatat sementara 139 warga dari Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara terdampak paparan gas setelah kejadian pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Kementerian Perindustrian menyatakan keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut. Kemenperin juga menyiapkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung dan memastikan langkah penanganan berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup Karawang yang diberitakan media setempat, bahan kimia trichloroisocyanuric acid atau TCCA ditemukan disimpan di area terbuka tanpa atap maupun kanopi. Material tersebut hanya ditutup menggunakan terpal dan diletakkan di atas palet kayu.
Hujan lebat disertai angin kencang diduga menyebabkan air mengenai material tersebut hingga memicu reaksi dekomposisi yang menghasilkan gas berbau menyengat.
Petugas juga dilaporkan mengambil sampel udara ambien dan air permukaan di sejumlah titik untuk mengetahui dampak kejadian terhadap lingkungan. Hasil pengujian diperlukan untuk memastikan kondisi lingkungan setelah pelepasan gas.
Warga yang mengalami gangguan kesehatan mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut dibutuhkan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya standar penyimpanan bahan kimia industri. Material yang memiliki potensi bahaya harus ditempatkan sesuai prosedur keselamatan, termasuk perlindungan terhadap paparan air dan kondisi cuaca.
Pemeriksaan menyeluruh diharapkan dapat menjelaskan penyebab kejadian, memastikan tanggung jawab pihak terkait, serta mencegah insiden serupa terulang.***
- Penulis: leksana

Saat ini belum ada komentar